Tanggal 5 November 2013, bertepatan hari libur nasional, saya dan beberapa teman menghabiskan hari libur tersebut dengan jalan-jalan di kota Bandung.. Tidak bisa disebut jalan-jalan keliling kota Bandung, karena cuma mengunjungi 2 tempat terdekat (dan bisa dijangkau) dari kostan hehe :D.......
Tepat nya 2 tempat tersebut adalah Gedung Sate dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (searching google dulu buat tau namanya :D)...
Sejarah singkatnya sih, Gedung Sate didirikan pada 27 Juli 1920, gedung ini awalnya memang dibangun sebagai pusat pemerintahan pada saat itu dimana Pemerintahan Belanda menetapkan Kota Bandung sebagai Ibukota negeri jajahannya di Indonesia. Pemilihan Kota Bandung didasarkan pada pertimbangan iklim yang cocok karena Kota Bandung begitu sejuknya ditambah pemandangan alam yang indah. Konon, iklim Kota Bandung saat ini senyaman Prancis Selatan di Musim panas (konon lohh hehehe)..
Tepat nya 2 tempat tersebut adalah Gedung Sate dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (searching google dulu buat tau namanya :D)...
Sejarah singkatnya sih, Gedung Sate didirikan pada 27 Juli 1920, gedung ini awalnya memang dibangun sebagai pusat pemerintahan pada saat itu dimana Pemerintahan Belanda menetapkan Kota Bandung sebagai Ibukota negeri jajahannya di Indonesia. Pemilihan Kota Bandung didasarkan pada pertimbangan iklim yang cocok karena Kota Bandung begitu sejuknya ditambah pemandangan alam yang indah. Konon, iklim Kota Bandung saat ini senyaman Prancis Selatan di Musim panas (konon lohh hehehe)..

Gedung Sate
Kalau latar belakang berdirikannya Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (M PRJB) adalah sebagai pengabdian nilai-nilai kebudayaan dan sebagai sarana pewarisan nilai-nilai perjuangan rakyat Jawa Barat kepada generasi yang akan datang. "MPRJB" dirancang oleh arsitek Bandung Slamet Wirasonjaya dan perupa Sunaryo, pembangunannya dimulai pada tahun 1991 secara bertahap dan selesai tahun 1995. Luas lahannya ± 72.040 m2 dengan luas bangunan 2.143 m2. Pada MPRJB terdapat puisi yang isinya dalam bahasa Indonesia:
- Bumi yang diberkati,langit yang dirahmati adalah milikmu: Warisan dari para leluhur yang mengolahnya dengan kerja, dengan doa. Negeri yang dijanjikan angin di daun bambu, tempat senyum merekah alami dan gelak tawa bagai derai air jernih di antara batu-batu adalah pusaka: Dibatasi padang si Awat-awat, dijaga Gunung Salak, dilindungi Tangkuban Prahu.(Saini K.M.)
- Orang muda, kini giliranmu telah tiba untuk menerima anugrah sejarah. Rapatkan barisan, langkah tegap ke depan; dengan karunianya sepanjang jalur jejakmu. Impian demi impian akan terwujud. Julang panji, kibarkan bagi segala taufan karena di bahumu akan diletakkan fajar bagi cakrawala baru, bagi zaman yang besar. (Saini K. M.)
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Puisi di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Teman-teman depan Gedung Sate (capture by me :D)

di depan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
sumber : http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/905
http://wikimapia.org/18406774/id/Monumen-Perjuangan-Rakyat-Jawa-Barat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar